Salah satu hal paling penting sebelum Anda memulai suatu bisnis atau usaha adalah membuat perencanaan bisnis dengan matang, perencanaan bisnis tersebut dijadikan sebagai pedoman dalam menjalankan bisnis, sehingga bisnis dapat berjalan dengan baik. Salah satu perencanaan bisnis yang disusun dengan baik adalah contoh studi kelayakan bisnis makanan ringan.

Bisnis Makanan Ringan

Dalam melakukan perencanaan bisnis tersebut, Anda perlu melakukan studi kelayakan terlebih dahulu. Tapi apakah sepenting itu studi kelayakan bisnis? Jawabannya tentu saja penting, studi kelayakan suatu bisnis ini membantu Anda menghindari atau meminimalisir risiko bisnis yang akan terjadi di masa depan termasuk risiko kerugian.

Perencanaan bisnis yan dibuat dengan matang juga membantu Anda dalam merealisasikan proyek bisnis dan melakukan evaluasi terhadap proyek tersebut, apakah menghasilkan keuntungan atau tidak. Selain itu, Anda juga jadi lebih mudah melakukan pengawasan terhadap jalannya bisnis tersebut. 

Salah satu bisnis yang tidak pernah mati adalah bisnis kuliner, ada banyak sekali jenis kuliner yang bisa Anda jadikan sebagai pilihan usaha, mulai dari makanan tradisional, makanan ringan, minuman, dan lainnya. Setelah itu, Anda bisa melakukan studi kelayakan bisnis dengan membuat semacam proposal bisnis. Dalam artikel ini akan dijelaskan mengenai contoh studi kelayakan bisnis makanan ringan.

Hal pertama yang perlu Anda lakukan adalah menentukan jenis makanan ringan yang akan dijual, ada banyak sekali yang bisa Anda pilih, usahakan untuk memilih makanan ringan yang Anda sukai atau sedang banyak dicari oleh konsumen.

Seperti halnya pembuatan proposal, Anda juga perlu membuat latar belakang kenapa memilih bisnis makanan ringan dan mengapa memilih jenis makanan ringan tersebut. Kemudian jelaskan juga tujuan dari bisnis Anda.

Baca Juga Begini Cara Menghitung HPP Produk Sesuai Jenis Perusahaan!

Selanjutnya dilakukan analisis studi kelayakan suatu bisnis dengan melakukan perencanaan pada beberapa hal, diantaranya adalah,

  1. Segmentasi pasar

Bisnis kuliner seperti makanan ringan ini memiliki segmentasi pasar yang cukup luas, berasal dari berbagai kalangan, yakni menengah ke bawah dan menengah ke atas. 

2. Target pasar

Bisnis makanan ringan memiliki target pasar dari berbagai lapisan masyarakat dengan usia, pekerjaan, dan latar belakang yang beragam. Hal ini dikarenakan makanan ringan memang jenis makanan yang disukai oleh banyak orang.

Baca Juga Peluang Usaha Menjadi Distributor Tunggal Paling Menguntungkan

3. Aspek teknis

Aspek teknis ini berhubungan dengan cara Anda membuat dan memasarkan produk makanan ringan yang dijual tersebut. Mulai dari sumber bahan bakunya, tenaga kerjanya, alat dan fasilitas yang diperlukan seperti listrik, air, dan lainnya. Anda juga perlu merencanakan cara pemasaran produk makanan ringan tersebut, apakah melalui toko online atau menggunakan cara lainnya.

4. Aspek ekonomi

Tentunya aspek ekonomi berhubungan dengan modal bisnis, Anda perlu membuat rincian biaya yang diperlukan untuk memproduksi makanan ringan, biaya tersebut digunakan untuk kebutuhan bahan baku, peralatan yang digunakan, dan gaji para pekerja. Dibuat juga perkiraan keuntungan yang akan Anda dapatkan.

Langkah selanjutnya dalam proses pengembangan bisnis adalah iklan atau promosi. Iklan dapat dilakukan di media online kompas detik atau di media sosial facebook Instagram, Tiktok Ads Bisnis. Melakukan iklan yang baik menjadi awal keberhasilan anda dalam menjalankan bisnis usaha mahasiswa kini.

Baca Juga Cara Membuat Izin Usaha Mikro Kecil Online Paling Mudah!

Dari contoh studi kelayakan bisnis makanan ringan tersebut bisa diambil kesimpulan sesuai dengan analisis yang telah dilakukan, apakah bisnis makanan ringan layak untuk dilanjutkan atau tidak. Untuk memudahkan Anda dalam melakukan analisis, sebaiknya gunakan saja jasa buat studi kelayakan bisnis.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.